Keimanan merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam. Tanpa keimanan yang kokoh, maka amalan dan ibadah seorang Muslim bisa kehilangan nilai di sisi Allah. Para ulama telah banyak menjelaskan makna, tingkatan, serta pengaruh keimanan dalam kehidupan seorang mukmin. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian keimanan menurut para ulama serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pengertian Keimanan Menurut Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, iman (الإيمان) berasal dari kata aamana – yu’minu – iimaanan yang berarti percaya atau membenarkan. Sementara itu, menurut istilah syariat, ulama mendefinisikan iman sebagai membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Artinya, keimanan tidak hanya berada dalam hati, tetapi harus dibuktikan dalam lisan dan tindakan nyata.
Imam al-Bukhari mengatakan, “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.” Ini menandakan bahwa iman bisa naik dan turun sesuai amal seseorang.
2. Keimanan Menurut Para Ulama
Beberapa ulama besar memberikan definisi keimanan secara mendalam:
- Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa iman adalah pengakuan dan pembenaran terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
- Imam Syafi’i menyebutkan bahwa iman terdiri dari perkataan, perbuatan, dan keyakinan.
- Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa iman adalah ucapan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan amal dengan anggota badan. Iman bisa bertambah dan berkurang.
Ketiga pendapat tersebut pada dasarnya selaras, menunjukkan bahwa keimanan harus terwujud dalam keyakinan, ucapan, dan amal.
3. Rukun Iman: Landasan Pokok Keimanan
Dalam Islam, rukun iman terdiri dari enam hal:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada Malaikat
- Iman kepada Kitab-kitab
- Iman kepada Rasul-rasul
- Iman kepada Hari Akhir
- Iman kepada Qadha dan Qadar
Ulama menjelaskan bahwa mengimani keenam hal ini secara utuh adalah tanda keimanan yang benar. Mengingkari salah satunya link rajazeus dapat mengeluarkan seseorang dari lingkup Islam.
4. Ciri-Ciri Orang Beriman
Menurut tafsir para ulama, ciri-ciri orang beriman di antaranya:
- Selalu mengingat Allah dalam segala keadaan.
- Menunaikan salat dengan khusyuk.
- Menerima Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup.
- Memiliki akhlak yang baik kepada sesama.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang hatinya tentram saat nama Allah disebut, dan yang bertambah imannya ketika dibacakan ayat-ayat-Nya.
5. Menjaga dan Meningkatkan Keimanan
Para ulama menekankan pentingnya muroqobah (merasa diawasi Allah), memperbanyak zikir, memperdalam ilmu agama, dan menjauhi dosa sebagai cara menjaga keimanan. Iman adalah cahaya yang harus dijaga dengan amal saleh dan dijauhkan dari noda kemaksiatan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Mengetahui Adanya Gas Beracun