Hubungan Antara Agama dan Kesehatan

Hubungan agama dan kesehatan memiliki konsep jangka panjang dan tak cuma beorientasi pada sekarang saja, agama dapat memberi dampak yang cukup berarti dalam kehidupan manusia, termasuk kepada kesehatan.

Banyak ahli yang menceritakan bahwa definisi agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “a” yang berarti tak dan “gama” berarti kacau. Karenanya agama berarti tak kacau (teratur). Dengan demikian agama yaitu undang-undang yang membatasi keadaan manusia, baik mengenai sesuatu yang gaib maupun mengenai budi pekerti dan pergaulan hidup bersama.

Dari sekian banyaknya agama, Islam yaitu salah satu agama yang banyak dianut di spaceman slot muka bumi ini. Islam yaitu agama yang diwariskan kepada Nabi Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Ajaran-ajaran Islam membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Allah SWT sudah mengungkapkan hal ini, sebagaimana yang tertulis di Al-Qur’an: “Kami tak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar menjadi susah”. Artinya bahwa umat manusia yang berharap meniru tanda Al-Qur’an ini, akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bergembira dan sejahtera baik itu di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, barang siapa yang membantah dan mengingkari ajaran Islam, maka ia akan mengalami kehidupan yang penuh dengan kesulitan dan penuh dengan penderitaan.

Kesehatan berasal dari kata “sehat” yang di transfer dari bahasa Arab shuhah yang artinya sehat, tak sakit, selamat. Meski menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sehat yaitu keadaan baik seluruh badan serta bagian-bagiannya, bebas dari rasa sakit, waras. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 menceritakan bahwa sehat yaitu keadaan sejahtera dari badan (jasmina), jiwa (rohani), dan sosial yang memungkinkan tiap-tiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.